Buang Hajat

Buang Hajat

FOTO: oungepictures-blog.blogspot

Sering kita menjumpai orang buang hajat di sembarang tempat. Misalnya di pinggir jalan. Tentu itu sangat mengganggu kebersihan. Bahkan bisa jadi, itu bakal menjadi sumber penyakit.

Islam agama yang sangat peduli kepada kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan. Termasuk buang hajat, Islam mengatur sedemikian rupa. Berikut ini beberapa tuntunan yang berkaitan dengan adab buang hajat.

1. Larangan Buang Air di Air Tergenang
Nabi melarang kencing di air yang tergenang (Riwayat Muslim).

2. Menjauhi Keramaian
Bila tidak ada WC, seyogyanya memilih tempat yang jauh dari keramaian. Ini sesuai dengan Hadits dari Mughirah bin Syu’bah. Ia berkata, “Maka Nabi pergi menjauh hingga beliau tersembunyi dari pandanganku. Kemudian ia menunaikan hajatnya di sana.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

3. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat
Tuntunan ini berlaku jika buang hajatnya di tempat yang terbuka. Sebaliknya, sah-sah saja selama berada dalam bangunan tertutup. Sabda Nabi, “Jika seseorang di antara kalian membuang hajat, maka hendaknya ia tidak menghadap kiblat atau membelakanginya.” (Riwayat Bukhari).

4. Membaca Doa
Doa sebelum masuk WC: “Bismillahirrahmanirrahim. A’udzu billahi min al-khubtsi wa al-khabaits.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Doa keluar dari WC: “Ghufranaka.” (Riwayat Imam Ahmad).

Seyogyanya mendahulukan kaki kiri ketika masuk WC dan kaki kanan saat keluar.

5. Tidak Membawa Benda Bertuliskan Lafadz Allah Dan Ayat al-Qur’an
Ini berdasarkan perbuatan Nabi yang melepas cincinnya yang bertuliskan ‘Muhammad Rasulullah’ ketika hendak masuk WC (Riwayat Abu Daud). Beberapa ulama melemahan Hadits tersebut, tapi secara etika, tak layak seseorang membawa tulisan lafadz Allah atau ayat-ayat al-Qur’an masuk ke dalam WC.

6. Tidak Memakai Tangan Kanan
Sabda Nabi, “Jika seseorang di antara kamu buang air, maka hendaknya ia tidak memegang kemaluannya dengan tangan kanan, tidak pula bersuci dengan tangan kanan.” (Riwayat Bukhari).

7. Sebanyak Tiga Kali
Bila ber-istijmar (bersuci dengan benda padat seperti batu dan sejenisnya), disunnahkan minimal sebanyak tiga kali (Riwayat Muslim).

8. Tidak Memakai Tulang-belulang
Nabi melarang istijmar memakai tulang atau kotoran hewan. Sebab, ia adalah makanan kesukaan jin (Riwayat Bukhari).

9. Tidak Bercakap Selama Buang Hajat
Sebuah Hadits meriwayatkan, seorang laki-laki pernah memberi salam kepada Nabi dan beliau tak membalas salamnya. Sebab ketika itu beliau sedang buang hajat (Riwayat Muslim).

10.Mencuci Kedua Tangan Selesai Buang Hajat
Usai buang hajat, jangan lupa mencuci kembali kedua tangan. Selain menjaga kebersihan tangan, perbuatan ini juga telah dicontohkan oleh Nabi yang selalu mencuci kedua tangan selesai menunaikan hajatnya (Riwayat Abu Daud). *Masykur/Suara Hidayatullah JANUARI 2008

1 Comment »

  1. avatar comment-top

    observable@characterizing.spotlights” rel=”nofollow”>.…

    thank you!…

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment