Boikot! Anda Sudah Ikut Melawan Yahudi

Boikot! Anda Sudah Ikut Melawan Yahudi

FOTO : rhisy.blogsome

Melawan zionis Israel, mudah saja. Mulai sekarang, hindari minum Coca-cola.

Giora Almagor, petani di salah satu daerah di Israel, belakangan merasa resah. Pasalnya, buah kesemek dari kebunnya masih saja menumpuk di gudang. Selama dia berprofesi menjadi petani, belum pernah hal ini terjadi. Buah-buahan dari ladangnya selalu diincar para importir dari negara-negara Eropa dan Timur Tengah.

“Karena perang (Israel-Palestina) itu, sejumlah negara telah membatalkan pesanannya,” kata Almagor kepada salah satu media massa Israel.

Menurut Almagor, keadaan ini menyebabkan ia rugi besar. Kualitas buahnya kian buruk, ia pun harus tetap membayar biaya pendinginan barang.

Direktur Organisasi Petani Buah Israel, Ilan Eshel, juga mengatakan hal serupa. Negara-negara Skandinavia, katanya, telah membatalkan banyak pesanan. Semua ini terjadi karena aksi boikot masyarakat Skandinavia terhadap barang dagangan Israel. Pemboikotan ini tak pernah terjadi sebelum invasi Israel ke Gaza.

Tak hanya di Skandinavia, di beberapa negara seperti Malaysia, Afrika Selatan, Kanada, termasuk Indonesia, ancaman boikot serupa juga menyeruak di kalangan rakyat. Bukan cuma produk bikinan Israel tetapi juga semua produk, meski bukan dari Israel, yang hasil penjualannya disumbangkan kepada Yahudi.
Di Malaysia, Perhimpunan Konsumen Muslim dan Himpunan Pengelola Restoran Muslim sepakat memboikot Coca-Cola, pasta gigi Colgate-Palmolive Co, dan jaringan kedai kopi Starbucks. Ini sebagai protes sikap diam Amerika Serikat terhadap agresi Israel ke Palestina.

Cosatu, federasi serikat dagang terbesar di Afrika Selatan yang beranggotakan 1,8 juta pekerja, juga menyerukan pemboikotan serupa. Sedang Serikat Pekerja Publik Kanada (Cupe), yang beranggotakan setengah juta pekerja sektor publik, melarang akademisi Israel berbicara, mengajar, dan meneliti, di kampus-kampus mereka di Ontario, Kanada, setelah Israel mengebom Universitas Islam di Gaza.

Boikot di Indonesia

Seakan tak mau ketinggalan, sejumlah ormas Islam di Indonesia dan lembaga penyalur dana untuk rakyat Palestina juga giat menyerukan informasi serupa.

Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), salah satunya. ”Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikan agresi Israel. Salah satunya dengan memboikot produk-produk yang memberi keuntungan kepada mereka,” ujar Ferry Nur, sekjen KISPA.

Sementara pengamat ekonomi Drajat Wibowo menilai aksi boikot atas produk-produk yang memberikan keuntungan kepada zionis merupakan bagian dari perlawanan ekonomi. ”Boikot itu akan mengganggu kekuatan ekonomi zionis dan pendukungnya,” ujarnya. Syaratnya, boikot harus diikuti seluruh masyarakat Islam di seluruh dunia.
Negara-negara Islam melalui CAIR (Council on American Islamic Relation) bisa mengidentifikasi mana produk-produk Amerika yang membantu zionis, dan mana yang tidak. ”Tidak bisa kita katakan seluruh produk Amerika (membantu Yahudi), karena ada juga pemilik produk Amerika yang menentang agresi Israel,” jelas Drajad kepada Suara Hidayatullah.

Setelah dipublikasi, seluruh Muslim di dunia harus bersepakat untuk tidak mengonsumsinya. ”Ini untuk menunjukan kemarahan global sekaligus persatuan umat Islam sedunia. Ini akan menjadi publikasi yang luar biasa,” tambah Drajad yang mengaku sejak lama memboikot produk-produk yang memberi keuntungan kepada zionis.

Di Indonesia, boikot harus segera dimulai dan dikoordinasi oleh MUI. ”Saya berharap MUI bisa mencari informasi produk mana saja yang memberi keuntungan kepada Zionis,” kata Drajad.
Agustianto, sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEII), mengatakan aksi memboikot produk Israel tak akan berpengaruh besar terhadap omzet mereka jika tidak dilakukan secara serentak di seluruh dunia.
Namun, masyarakat Islam tak usah pesimis. Sebab, aksi boikot bukan semata-mata perlawanan ekonomi, tapi juga perlawanan politik. “Terlepas dari besar atau kecilnya dampak boikot, kita sudah memperlihatkan kepada dunia bahwa kita melawan,” ungkap Agus.

One Real, One Bullet

Dr Yusuf Qardhawi, ulama kharismatik asal Mesir, pernah mengeluarkan fatwa bahwa gerakan memboikot total produk Israel dan Amerika Serikat merupakan bentuk dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina.
“Satu real (mata uang Arab) yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu bullet (peluru) yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina,” kata Qardhawi.

Ia terkejut melihat sebagian umat Islam yang merasa tidak dapat hidup tanpa produk Amerika. Ia merasa tak habis pikir mengapa masih ada di antara umat Islam yang menganggap enteng masalah ini.
Padahal, kata Qardhawi, sangat besar bantuan dana AS untuk Israel. Kongres AS juga jelas-jelas mendukung Israel dalam masalah Palestina. *Ahmad Damanik, Dwi Budiman, dari berbagai sumber/Suara Hidayatullah

Box
Menusuk Jantung Yahudi

Cara menghabisi kebiadaban zionis Israel yang efektif adalah menusuk tepat pada jantungnya. Menurut Drajad Wibowo, denyut jantung kesombongan Israel adalah kekuatan ekonomi mereka dan para pendukungnya.

Pada era 1940-an, kelompok imigran Yahudi hanyalah warga kelas dua di Amerika Serikat. Tapi, pelan-pelan mereka mampu menjadi kekuatan nomor satu. Mereka danai kampanye anggota kongres Amerika, juga kampanye presiden dari Partai Demokrat maupun Republik.

Lebih dari itu, Yahudi berhasil masuk ke wilayah politik, yakni dengan menempatkan orang-orang di berbagai pos vital. Orang-orang ini mampu mempengaruhi keputusan politik dan militer.
Menurut Drajad, satu-satunya negara yang bisa mengimbangi kekuatan ekonomi Yahudi adalah negara-negara Islam penghasil minyak. “Sayangnya, para pemimpin dunia Islam tak punya visi untuk melakukan penyeimbangan itu,” sesal Drajad.

Rezeki dari minyak, kata Drajad, hanya dijadikan bangunan-bangunan megah, tidak diinvestasikan dalam bentuk pendidikan, teknologi, ilmu pengetahuan, atau untuk membangun kekuatan ekonomi. Bahkan, mereka juga investasikan kepada lembaga keuangan dan perusahan milik Yahudi, termasuk industri film Hollywood.

Padahal, dengan krisis global ini, negeri Arab punya kesempatan baik untuk mengimbangi Yahudi. Defisit keuangan Amerika saat ini sangat besar, sektor keuangan yang banyak dikuasai oleh zionis sedang kolaps, serta kian banyak pengusaha Yahudi dan Amerika yang sulit keuangan.

Saatnya dunia Arab mengatakan, “Oke kami akan bantu Amerika, tapi dengan catatan kalian harus membuat Palestina merdeka,” harap Drajad.

Inilah kesempatan yang diberikan Allah SWT bagi dunia Islam untuk memperkuat posisi tawar kepada Amerika. “Tapi saya tidak melihat pemimpin Arab maupun Brunei memanfaatkan itu,” ungkapnya.
Andaikan pemimpin-pemimpin Arab bersatu menarik sebagian saja uangnya yang diinvestasikan di Amerika, mungkin sekitar $300 trilliun dollar saja, dijamin perekonomian Amerikan akan goyang.

Dengan cara ini, “Saya haqul yakin, Israel akan segera berhenti menyerang Palestina. Sebab, strategi ini langsung menusuk ke jantungnya,” kata Drajat *Ahmad Damanik/Suara Hidayatullah PEBRUARI 2009

2 Comments »

  1. avatar comment-top

    Ayo kita ramai-ramai memboikot perekonomian AS dan Israel!

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    assalamualaikum………………pembaikotan adalah salahsatu cara dari banyak cara yang kita bisa lakukan mungkin,tapi tahukah anda bahwa bahwa ketrika anda berdialog A siyahudi telah menyiapkan dialog A,B,C….tolong berikan solosi lain selain aks di atas, terimah kasih

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment