Ziarah Haji

Ziarah Haji

Tidak lama lagi, jamaah haji yang berada di Tanah Suci selesai mengerjakan ibadah haji. Sementara itu keluarga dan sanak saudara yang berada di Tanah Air biasanya melakukan penyambutan kepulangan jamaah haji sebagai rasa syukur kehadirat Allah Subahanahu wa Ta’ala.

Dalam rangka menyambut dyuyufur-rahman (tamu Allah) ini, perlu diperhatikan beberapa adab agar tidak bertentangan dengan syariat.

Pertama, niat yang baik. Penyambutan haji semata-mata diniatkan untuk memuliakan dan menghormati kedatangan orang-orang dari ibadah haji. Dan tidak menganggap perkara itu sebagai amalan agama Islam.

Kedua, tidak berlebihan membelanjakan harta untuk penyambutan haji. Sebab Allah melarang sesuatu yang mubazir. Dalam al-Qur’an
Allah Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Israa’ [17]: 27)

Ketiga, disunnahkan bersalaman dan berjabat tangan serta berpelukan, sambil mengucapkan:
تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك
“Taqabbalallahu sa’yaka wa a’dzama ajraka wa akhlafa nafaqataka”

Artinya, semoga Allah menerima sa’imu (usahamu), dan membesarkan pahalamu, dan
mengganti (nafkahmu).

Ibnu Muflih Rahimahullah berkata dalam kitab Al-Furu’: “Al-Ajuri menyebutkan tentang mustahabnya mengantarkan haji dan berpamitan dengannya dan memintanya untuk mendoakannya. Al-Fadhl bin Ziyad
menukilkan apa yang kami dengar doa untuk orang yang pergi berperang jika kembali. Adapun haji maka kami mendengarnya dari Ibnu Umar dan Abu Qalabah dan orang-orang juga mendoakannya.”

Seorang pemuda datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Sesungguhnya aku berhaji.” Lalu Nabi berjalan bersamanya, dan berkata: ‘Wahai pemuda, semoga Allah membekalimu
dengan ketakwaan, dan menuntunmu kepada kebaikan, dan mencukupimu dari kesedihan.’ Maka tatkala pemuda tersebut pulang, dia mengucapkan salam kepada Nabi, lalu beliau berkata, “Wahai pemuda, semoga Allah menerima hajimu, dan mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu.”( Riwayat
Ibnu Sunni dan At-Thabrani dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma)

Dalam perkara ini hendaklah diingat bahwa salaman dan berpelukan berlaku sesama jenis, yaitu antara laki-laki dengan laki-laki atau
perempuan dengan perempuan, bukan sebaliknya.

Keempat, orang yang menyambut haji dianjurkan meminta doa kepada orang-orang yang berhaji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, “Apabila engkau bertemu orang haji (yang baru pulang haji), maka bersalamlah dan berjabat tanganlah dengannya dan suruhlah dia berdoa memohon keampunan untuk dirimu sebelum dia masuk ke rumahnya, maka sesungguhnya dia itu telah mendapat ampunan Allah Taala (doanya dikabulkan).” Doa yang dibacakan sebagai berikut: Allahumagfir lilhajji Walimanistagfaralahulhaj. Maksudnya, “Ya Allah berikanlah ampunan kepada orang yang mengerjakan haji dan kepada mereka yang dimohonkan ampunan oleh orang yang haji.” (Riwayat Ahmad)

Demikianlah beberapa amalan dan adab dalam menyambut jamaah haji. Semoga bermanfaat.* (Bahrul Ulum/Suara HidayatullahNOPEMBER 2011)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment