10 Hari Terakhir Ramadhan

No comment 18 views
banner 160x600
banner 468x60


Pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan, kaum Muslimin diperintahkan meningkatkan ibadahnya. Sebab pada hari-hari tersebut dipenuhi dengan kebaikan, keutamaan, serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

“Lailatul Qadr (malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr [97]: 3-5)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) sangat bersungguh-sungguh menghidupkan hari-hari tersebut. Sebagaimana diriwayatkan Ummul Mu’minin Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (Riwayat Muslim)
Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan dalam mengarungi hari-hari tersebut.

Pertama, membaca doa.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.” (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kedua, menghidupkan malam dengan banyak shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan bahwa amal yang paling ia sukai saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah shalat Tahajjud. Ini karena Rasulullah selalu membangunkan keluarganya untuk shalat jika mereka mampu untuk itu. (Lathoif Ma’arif, hal. 331)

Memang menghidupkan sepuluh hari terakhir tidak harus dengan shalat, tapi bisa pula dengan zikir, doa, dan membaca al-Qur’an. Namun amalan shalat adalah amalan yang lebih utama dari amalan lainnya di malam tersebut berdasarkan Hadits di atas.

Ketiga, i’tikaf.
Dalam pengertian syariah, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, ‘Rasulullah biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Keempat, bagi seorang Muslim yang sudah berkeluarga dianjurkan menjauhi istrinya pada hari-hari tersebut.

Pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dengan menjauhi istri-istrinya dari berjima’ (hubungan badan dengan istri). Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kelima, bagi perempuan yang haid dianjurkan membaca al-Qur`an tanpa menyentuh mushaf. Kemudian banyak berzikir dengan membaca tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Selain itu juga dianjurkan banyak berdoa.

Demikianlah beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika memasuki sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat.* Bahrul Ulum/Suara Hidayatullah AGUSTUS 2012

Email Autoresponder indonesia
author