Berolahraga

No comment 14 views
banner 160x600
banner 468x60

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang dianjurkan oleh Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para Sahabat untuk melakukan olahraga seperti lari, menunggang kuda, berenang, memanah, dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan hal ini, Islam telah memberikan adab-adabnya agar sesuai dengan syariat Islam. Di antara adab berolahraga yaitu:

Pertama, niat karena takwa dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang melakukan olahraga harus diniati sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Mereka yang rajin berolahraga biasanya tubuhnya sehat, sehingga dengan hal itu mereka seharusnya dapat beribadah dengan baik.

Tujuan olahraga dalam Islam juga dalam rangka memelihara, mempertahankan, dan membela hak. Bahkan dalam kaitan hak yang lebih besar yaitu hak Islam, olahraga bertujuan menguatkan tubuh dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan jihad fi sabilillah. Dalam al-Qur’an Allah berfirman, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." (Al-Anfaal [8]:60)

Rasulullah juga bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah." (Riwayat Muslim). Berdasar hal ini maka olahraga memiliki tujuan yang mulia. Ia bukan untuk mendapatkan harta dan popularitas.

Kedua, harus dilakukan dengan cara yang baik. Olahraga adalah aktivitas yang baik sehingga dilarang melakukannya dengan cara yang batil seperti untuk judi. Islam melarang judi karena perbuatan ini karena kerugian yang ditimbulkan lebih besar dari keuntungannya. Dalam hal ini Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" (Al-Maa’idah [5]:90)

Ketiga, berpakaian yang tidak menampakkan aurat. Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang diharamkan untuk dilihat dan dipegang. Dalam Islam, aurat bagi wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali kedua telapak tangan dan muka (An-Nuur [24]:31 dan Al-Ahzab [33]:59). Sedang untuk pria adalah bagian pusar (perut) ke bawah hingga lutut. Orang yang berolahraga dilarang membuka auratnya, karena hal itu bisa menimbulkan fitnah.

Keempat, tidak melalaikan zikir kepada Allah. Setiap orang beriman diperintahkan untuk selalu ingat kepada Allah dalam berbagai keadaan, termasuk ketika berolahraga. Allah berfriman, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (Al Ahzaab [33]:41)

Rasulullah tidak pernah meninggalkan dzikir kepada Allah Ta’ala dalam keadaan apapun. Di manapun beliau berada senantiasa berdzikir serta berdoa kepada Allah.
“Bahwasannya Rasulullah senantiasa mengingat Tuhannya di setiap saat.” (Riwayat Muslim)

Kelima, tidak menyerupai orang kafir dan musyrikin. Kaum Muslimin dilarang melakukan olahraga yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Di antara olaharaga yang dinilai bertentangan dengan syariat adalah olahraga yang berbahaya tanpa darurat, seperti tinju.

Dalam hal ini umat Islam dilarang melakukannya, karena hal itu sama saja dengan mencontoh orang kafir. Rasulullah bersabda:“Sungguh kalian akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lobang biawak gurun tentu kalian akan mengikutinya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Demikianlah beberapa adab olahraga dalam Islam. Semoga bermanfaat. *Bahrul Ulum/Suara Hidayatullah, MEI 2012

Email Autoresponder indonesia
author