Memudahkan Terkabulnya Doa

No comment 25 views
banner 160x600

FOTO: JURNAL HAJI

Banyak ulama yang memanjatkan doa agar dianugerahi ilmu yang bermanfaat
sebelum meminum Zamzam dan doa mereka pun terkabulkan

Suatu saat, Ibnu Mubarak mendatangi mata air Zamzam untuk minum. Tidak begitu saja meminumnya, namun beliau menghadap ke Ka’bah. Kemudian beliau berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Abnu Abi Al Mawali mengisahkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam, sesungguhnya beliau bersabda, ’Air Zamzam untuk apa-apa yang diniatkan untuk meminumnya.’ Dan saya meminumnya agar terhindar dari kehausan di hari kiamat.” Kemudian Ibnu Mubarak meminumnya.

Demikianlah para salaf dan ulama memandang, niat amat penting saat seseorang hendak meminum Zamzam, berdasarkan Hadits: “Air Zamzam untuk apa-apa yang diniatkan untuk meminumnya.” (Riwayat Al Baihaqi, dishahihkan oleh Al Mundziri)

Maknanya, jika meminumnya agar terhindar dari azab, jika Allah mengizinkan akan memperolehnya. Jika meminumnya agar sembuh dari penyakit, maka si peminum akan mendapat kesembuhan dengan izin Allah. Demikian juga jika meminumnya agar mendapatkan ilmu, dengan izin Allah peminum akan memperolehnya. Hal inilah yang biasa dilakukan para ulama.

Adalah Imam Abu Hanifah, meminum air Zamzam agar masuk dalam golongan orang-orang yang paling alim di kalangan ulama. Maka, akhirnya beliau menjadi orang yang paling faqih di zamannya, sebagaimana disebutkan Az Zamzami dalam Nasyr Al Aas (hal 16)

Imam As Syafi’i juga meminum Zamzam dengan beberapa tujuan, agar pandai memanah, agar alim, serta agar masuk surga. Setelah melakukannya, panahan Imam As Syafi’i amat bagus. Dari sepuluh penahan, semuanya tepat sasaran. Kadang juga dari sepuluh panahan, sembilan di antaranya tepat sasaran. Adapun masalah ilmu, derajat Imam As Syafi’i tidak perlu dipertanyakan lagi. (Al Jauhar Al Munadzdzam, hal 44-45)

Ulama lainnya, yang berhasil menjadi seorang alim setelah meminum Zamzam adalah Ibnu Huzaimah. Saat beliau ditanya, bagaimana beliau memperoleh ilmu, beliau menjawab, “Ketika aku meminum Zamzam, aku meminta kepada Allah agar diberi ilmu yang bermanfaat.” (Tadzkirah Al Huffadz, 2/761)

Imam Al Hakim pun berdoa saat meminum Zamzam agar memiliki kemampuan menulis karya dengan baik. Jadilah beliau termasuk ulama yang memiliki karya yang amat berkualitas. (Tadzkirah Al Huffadz, 3/1044)

Saat melaksanakan ibadah haji, Khatib Al Baghdadi meminum Zamzam 3 tiga tegukkan, untuk memanjatkan tiga permohonan. Pertama, agar bisa mengajarkan Tarikh Baghdad di Makkah. Kedua, agar bisa mengajar Hadits di Masjid Al Manshur. Ketiga, agar dimakamkan di dekat Imam Al Muhaddits Bisyr Al Hafi, jika beliau wafat. Dan Allah mengabulkan semua permintaan itu. (Tadzkirah Al Huffadz, 3/1193)

Demikian pula yang dilakukan Al Hafidz Ibnu Al Arabi. Beliau mengisahkan, di saat berada di Makkah beliau banyak meminum Zamzam. Setiap minum beliau meminta agar dianugerahi ilmu dan keimanan, hingga dalam waktu sekejap beliau memperolehnya. Namun, saat itu beliau lalai tidak meminta agar dikuatkan dalam melakukan amalan, hingga kecenderungan beliau terhadap ilmu lebih besar daripada amalan. (Ahkam Al Qur`an, 1/1124)

Memiliki kemampuan hafalan seperti Imam Adz Dzahabi adalah harapan Ibnu Hajar Al Asqalani. Hingga di awal mencari ilmu, beliau meminum air Zamzam dengan niat, agar keinganan beliau itu bisa terkabulkan. Kira-kira dua puluh tahun kemudian, Ibnu Hajar kembali lagi ke Makkah dan meminum air Zamzam, dan meminta agar hafalannya lebih tinggi daripada kemampuan Imam Adz Dzahabi. Menurut As Sakhawi, banyak ulama yang menilai bahwa hafalan Ibnu Hajar melebihi Adz Dzahabi. (Lihat Jauhar Ad Durar, 1/166)

Apa yang dilakukan Ibnu Hajar diikuti oleh murid beliau Imam As Suyuthi. Saat melaksanakan ibadah haji, beliau meminum Zamzam untuk beberapa tujuan. Salah satunya agar memperoleh kemampuan dalam ilmu Fikih setingkat Siraj Al Bulqini dan kemampuan dalam Hadits setingkat Ibnu Hajar. (Lihat Husn Al Muhadharah, 1/338)
Syamsuddin bin Ali Ad Dawudi, murid As Suyuthi menyebutkan bahwa ilmu yang diperoleh As Suyuthi telah melebihi guru-guru beliau. (Al Jauhar Al Manthiq, hal.45)

Demikianlah keutamaan meminum air Zamzam, di samping berfungsi sebagai obat dan makanan, juga bisa menyebabkan mudahnya terkabulnya doa. Dan para ulama sendiri telah membuktikannya.* Thoriq/Suara Hidayatullah, NOPEMBER 2010

Email Autoresponder indonesia
author